Perbedaan antara “Ayah Kaya” dan “Ayah Miskin” dari buku “Rich Dad, Poor Dad” (bab 1)


Dalam buku “Rich Dad Poor Dad” karya Robert Kiyosaki yang menceritakan sudut pandang kedua orang tua yang menadji panutan dirinya, akan tetapi memliki perbedaan yang sangat berbeda dengan apa itu uang dan cara memperolehnya. Disini saya memberikan ringkasan yang ada di Bab 1 pada buku “Rich Dad Poor Dad”.
Semoga dapat membuka cakrawala pikiran anda. ~enjoy reading

Poor Dad
– Sekolah yang rajin & giat
– dapat nilai yang bagus
– kerja diperusahaan yaneg aman dan terjamin
– selalu berpikir “Saya TIDAK mampu membelinya”
– memberi rekomendasi “Belajarlah yang giat sehingga kamu dapat menemukan perusahaan yang baik untuk bekerja”
– “Alasan saya tidak kaya karena saya mempunyai kamu, nak”
– “melarang keras untuk membicarakan masalah uang saat makan.
– percaya : “rumah adalah investasi terbesar”
– percaya : perusahaan / pemerintah akan mengurus Anda & kebutuhan Anda

– peduli dengan kenaikan gaji, program pensiun, tunjangan kesehatan, cuti sakit, hari libur, & berbagai perbaikan lainnya.
– senang dengan ikatan dinas yang disediakan lewat universitas
– terkadang gagasan perlindungan kerja untuk kehidupan & keuntungan kerja tampak lebih penting daripada pekerjaan itu sendiri.
– sering mengatakan “Saya telah bekerja keras untuk pemerintah, saya berhak untuk mendapatkan keuntungan itu:
– bekerja keras untuk beberapa dolar
– mengajarkan bagaimana menulis resume yang mengesankan agar mendapatkan pekerjaan yang baik
– mengatakan “saya tidak tertarik dengan uang” atau “uang tidak penting”
– mengiginkan untuk : “belajar keras, memeproleh gelar, mendapatkan pekerjaan baik untuk menghasilkan uang”
– mengiginkan untuk belajar menjadi seorang profesional, seorang pengacara, akuntan atau masuk kesekolah bisnis dengan mendapat gelar MBA
– Berkata “Saya Bekerja untuk uang”

Rich Dad
* harus melek financial
* menggunakan kata “Bagaimana saya bisa membelinya?”
* “Belajarlah yang ragiat sehingga kamu menemukan perusahaan yang baik untuk kamu beli”
* “Alasan saya harus kaya adalah saya mempunyai kamu, nak”
* mendorong untuk membicarakan soal uang dan bisnis dimeja makan
* percaya : “rumah saya adalah liabitias (kewajiban) & jika rumahmu adalah investasimu yang terbesar, maka kamu akan mendapat masalah”.
percaya : sikap mandiri penuh secara finansial
* dengan lantang menenetang mentalitas “berhak” & bagaimana hal itu menciptakan orang yang lemah & sangat miskin secara financial.
* menciptakan investasi
* mengajarkan bagaimana menulis rencana bisnis & finansial yang terkuat sehingga bisa menciptakan pekerjaan bagi orang lain.
* mengatakan “uang adalah kekuatan, kekuasaan”
* mengiginkan : belajar menjadi kaya untuk memahami bagaimana uang bekerja & belajar bagaimana uang bekerja untuk diri kita.
* berkata “Saya tidak bekerja untuk uang”

Leave a comment

Filed under Book, Review Book, Rich Dad Poor Dad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s